Berawal dari Cerpen, Film “Mata Jiwa” Dapat Apresiasi

 

Parist.id, 13 November 2017, Arum/ Salim

Film “Mata Jiwa” yang mengadopsi dari cerpen “Bintang di Langit Jakarta” karya Tsaqiva Kinasih Gusti, mendapat apresiasi yang tinggi dari berbagai pihak. Tanggapan datang dari filmeker sekaligus alumni Ikatan Kesenian Jakarta (IKJ), Warih Bayu Wicaksono.

Warih Bayu Wicaksono memberikan pandangannya terkait film “Mata Jiwa”. Foto: Salim/Paragraph.

Menurutnya, film ini sangat luar biasa karena yang membuat adalah anak-anak yang duduk di Sekolah Dasar (SD) dan SMP. Film tersebut dikerjakan sepenuhnya oleh mereka mulai penulisan naskah, syuting hingga editing.

“Yang menarik bagi saya, proses syuting selama 1 tahun lamanya, tetapi dapat mempertahankan kostum, make up dan lain-lain. Sangat luar biasa,” katanya pada acara Nobar yang diadakan oleh Omah Dongeng Marwah di Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK), Sabtu (11/11/2017).

Meskipun demikian, Warih tetap memberikan kritikan berupa emosional para pemain film. Namun, tak masalah baginya, karena mereka baru tahap belajar awal.

Para pemain film :”Mata Jiwa”. Salim/Paragraph

Andika Wardana selaku mentor film ini menyatakan, kebanggaannya terhadap kreativitas anak-anak yang sudah mampu membuat film secara mandiri. Meskipun, ia mengaku ikut andil dalam membimbing anak-anak, namun itu tak lebih hanya sekedar mengarahkan. Selebihnya ia memberi kebebasan kepada mereka untuk mengembangkannya.

“Siapapun anak Indonesia ketika mendapatkan kesempatan untuk berkreasi, hasilnya akan mencengangkan,” ujarnya.