Mendongeng di Kereta Api

IMG_9855Keramaian penumpang kereta api di Stasiun Semarang Tawang PT KAI (Perseo) Daop 4 Semarang tambah semarak. Senin (20/3) ratusan murid taman kanak-kanak (TK) mengikuti lomba menggambar dan mewarnai. Acara yang diadakan bertepatan Hari Dongeng Sedunia ini bertajuk Yuuk naik kereta api!!

Selain lomba menggambar dan mewarnai, pada acara ini Omah Dongeng Marwah (ODM) tampil menghibur semua murid-murid TK. Kak Nova memandu kakak-kakak ODM memperkenalkan diri. Manakala Kak Edy yang memperkenalkan diri, ia memakai sepatu raksasa. “Perkenalkan nama saya Si Sepatu Besar,” ujar Kak Edy. Anak-anak pun menanggapi dengan tawa sukacita.

Menurut panitia acara kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi perkeretaapian bagi anak-anak. “Rasa cinta dan kepedulian terhadap kereta api sejak usia dini perlu ditanamkan,” kata Edy Kuswoyo, Manager Humas Daop 4 Semarang.

Lebih lanjut, Edy Kuswoyo menjelaskan, bahwa selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mensosialisasikan sejak dini agar mencintai kereta api, bahwa kereta api milik bersama bukan hanya milik orang kereta api. Sehingga anak-anak tentu bisa turut ikut menjaganya.

Kak Ulin tampil mendongeng. Tangannya memanggul karung hitam dipundak. “Ada yang mau bantu Kak Ulin?” katanya meminta tolong pada peserta. Satu murid TK berdiri dan membantu Kak Ulin berjalan menuju tempat mendongeng. Peserta lain senyum-senyum sumringah.

Selepas itu, Kak Navis memperkenalkan tepuk Kereta Api kreasi ODM. Lalu Kak Ulin mendongengkan kisah Semut Penyelamat Kereta. Dikisahkan, ada segerombolan perampok yang berniat merusak rel kereta api. Setiap harinya, perampok itu akan melepas baut di rel satu persatu. Rencana jahat itu diketahui sekawanan semut. Apakah sekawanan semut mampu menghalangi rencana jahat para perampok?

Kak Ulin mendongeng dengan menarik. Dengan memakai topeng perampok, topeng semut, dan boneka burung. Diakhir dongeng, Kak Ulin memberi pesan edukasi perkeretaapian, murid TK diberi pesan agar jangan melempari kereta api, jangan memasang batu di rel kereta api , dan jangan bermain di pinggir atau sekitar jalur rel kereta api.

Kemudian, semua peserta dan guru pendampingnya, berbaris rapi menuju gerbong kereta Ekonomi 1 Tawang Jaya No. 1.12. Boneka icon PT KAI bernama Loko senantiasa memimpin anak-anak TK berjalan menuju gerbong kereta. Pihak PT KAI sengaja menyediakan gerbong tersebut untuk tempat  anak mendengarkan dongeng. Sesampainya di gerbong tersebut, kakak-kakak ODM memperkenalkan lagu Keretaku pada anak-anak lebih dulu.

“Keretaku berlari kencang/Berangkat dari stasiun tawang/Ayo kawan isi liburan/Naik kereta mengasyikkan,” begitulah penggalan lirik lagu ciptaan Kak Aony dari ODM.

“Asyik lagunya,” kata Dina, panitia kegiatan ini.

Kak Dwi pun menutup kegiatan ini dengan dongeng Hantu Terowongan Seragi. Mula-mula beberapa anak langsung menampilkan raut wajah takut mendengar judul dongeng ini. Namun, mereka yang menyimak dengan seksama, tahu bahwa naik kereta api tidak semenakutkan bayangan Ribut, tokoh pada dongeng tersebut.

Seusai mendongeng ada boneka jari yang dihadiahkan bagi anak-anak yang bisa menjawab soal tentang perkeretaapian. Lalu anak-anak TK berbaris kembali menuruni gerbong kereta, karena siang itu akan kembali beroperasi.

Kak Arif