Cublak-Cublak Suweng

  • Pada 5 tahun lalu
  • Dipublikasi oleh Omah Dongeng


What (Apa)

Cublak-Cublak Suweng adalah permainan jenis tebak-tebakan yang diiringi lagu.

Who (Siapa)

Permainan ini dimainkan oleh 3-4 anak atau lebih. Satu di antara peserta akan jaga yang bertugas menebak letak batu/kerikil. Peserta yang jaga disebut sebagai Pak Empo.

Where (Di Mana)

Cublak-cublak suweng bisa dimainkan di lokasi yang luas atau sempit, di dalam maupun di luar ruangan.

When (Kapan)

Cublak-cublak suweng cocok dimainkan saat waktu luang.

Why (Mengapa)

Permanan cublak-cublak suweng mengandung nilai-nilai yang bermanfaat disertai pesan moral yang tinggi dalam kehidupan.

How (Bagaimana)

  1. Sebelum permainan dimulai, peserta melakukan undian. Caranya dengan pingsut atau cara undian lainnya. Peserta yang kalah akan menjadi Pak Empo.
  2. Pak Empo berposisi telungkup (seperti orang sujud).
  3. Peserta lainnya duduk melingkari Pak Empo.
  4. Masing-masing peserta meletakkan salah satu tangannya di punggung Pak Empo. Tangan itu terbuka menghadap ke atas.
  5. Kerikil diputarkan di masing-masing tangan sambil bernyanyi cublak-cublek suweng.
  6. Saat lagu berhenti, Pak Empo bangkit dan menebak siapa peserta yang menggenggam batu/kerikil.
  7. Jika tebakan salah, maka dia akan terus Empo. Sebaliknya, jika tebakan benar maka yang ketebak akan menjadi Pak Empo.
cublak-cublak-suweng
Anak Omah Dongeng sedang bermain cublak-cublak suweng di teras. (Foto: Omah Dongeng)

Lirik lagu Cublak-Cublek Suweng.

Cublak-cublak suweng, suwenge teng gelenter,

mambu ketundhung gudel, pak empo lera-lere,

sopo ngguyu ndhelikake, Sir-sir pong dele kopong,

Sir-sir pong dele kopong, sir-sir pong dele kopong.

Lagu dolanan anak-anak di Jawa, karya Sunan Giri (1442M) ini berisi syair ‘sanepo’ (simbol) yang sarat makna, tentang nilai-nilai keutamaan hidup manusia.Permainan ini pastilah sudah lama kita tinggalkan. Namun tanpa kita sadari sampai kita dewasa pun kita masih melakukan ’permainan’ ini. Dalam kehidupan sehari-hari. Permainan anak-anak yang akrab bagi masyarakat Jawa ini ternyata mengandung banyak makna dan mengajarkan kehidupan sedari kecil.

Berikut ini Makna lagu dolanan Cublak-Cublak Suweng:

Cublak-cublak suweng,

Cublak Suweng artinya tempat Suweng. Suweng adalah anting perhiasan wanita Jawa. Cublak-cublak suweng, artinya ada tempat harta berharga, yaitu Suweng (Suwung, Sepi, Sejati) atau Harta Sejati.

Suwenge teng gelenter,

Suwenge Teng Gelenter, artinya suweng berserakan. Harta Sejati itu berupa kebahagiaan sejati sebenarnya sudah ada berserakan di sekitar manusia.

Mambu ketundhung gudel,

Mambu (baunya) Ketundhung (dituju) Gudel (anak Kerbau). Maknanya, banyak orang berusaha mencari harta sejati itu. Bahkan orang-orang bodoh (diibaratkan Gudel) mencari harta itu dengan penuh nafsu ego, korupsi dan keserakahan, tujuannya untuk menemukan kebahagiaan sejati.

Pak empo lera-lere,

Pak empo (bapak ompong) Lera-lere (menengok kanan kiri). Orang-orang bodoh itu mirip orang tua ompong yang kebingungan. Meskipun hartanya melimpah, ternyata itu harta palsu, bukan Harta Sejati atau kebahagiaan sejati. Mereka kebingungan karena dikuasai oleh hawa nafsu keserakahannya sendiri.

Sopo ngguyu ndhelikake,

Sopo ngguyu (siapa tertawa) Ndhelikake (dia yg menyembunyikan). Menggambarkan bahwa barang siapa bijaksana, dialah yang menemukan Tempat Harta Sejati atau kebahagian sejati. Dia adalah orang yang tersenyum-sumeleh dalam menjalani setiap keadaan hidup, sekalipun berada di tengah-tengah kehidupan orang-orang yang serakah.

Sir-sir pong dele kopong,

Sir (hati nurani) pong dele kopong (kedelai kosong tanpa isi). Artinya di dalam hati nurani yang kosong. Maknanya bahwa untuk sampai kepada menemu Tempat Harta Sejati (Cublak Suweng) atau kebahagiaan sejati, orang harus melepaskan diri dari atribut kemelekatan pada harta benda duniawi, mengosongkan diri, tersenyum sumeleh,rendah hati, tidak merendahkan sesama, serta senantiasa memakai rasa dan mengasah tajam Sir-nya atau hati nuraninya.

Secara garis besar makna filosofi dari lagu dan permainan ini bisa ditafsirkan sebagai berikut:

untuk mencari harta janganlah menuruti hawa nafsu tetapi semuanya kembali ke hati nurani yang bersih. Tidak dipengaruhi hawa nafsu dsb. Dengan hati nurani akan lebih mudah menemukannya, tidak tersesat

Kesimpulan Pesan moral lagu dolanan “Cublak Suweng” adalah:

“Untuk mencari harta kebahagiaan sejati janganlah manusia menuruti hawa nafsunya sendiri  atau serakah, tetapi semuanya kembalilah ke dalam hati nurani, sehingga harta kebahagiaan itu bisa meluber melimpah menjadi berkah bagi siapa saja ”.

Sumber (diolah dan diakses pada 25 Agustus 2015)